MAKALAH
“EKSTENSI ILMU,FILSAFAT DAN AGAMA”
DI SUSUN OLEH
KELOMPOK:4
1:SUWANDI NPM:1022438
2:HAIRIL IKHSAN NPM:
KOSENTRASI ILMU TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM STUDY TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BATURAJA
2010
BAB 1
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Bersamaan dengan tugas yang di berikan oleh Dosen Filsafat Pendidikan,mengenai materi EKSTENSI ILMU FILSAFAT,DAN AGAMA dengan ini kami bermaksud untuk mencoba menjabarkan apa arti filsafat ilmu dan agama secara singkat,adapun jika dalam penyampain kami nanti terdapat banyak kekurangan dan kesalahan kami mohon maaf,
B.RUMUSAN MASALAH
Mengapa kita perlu mempelajari ekstensi ilmu filsafat?
Apa definisi ekstensi ilmu filsafat,dan agama?
Apa mungkin ekstensi ilmu filsafat tersebut sangat berpengaruh dengan agama?
C.TUJUAN MASALAH
Disini kami mencoba menjabarkan scara singkat materi ini mempunyai tujuan dan harapan,kami ingin memgajak teman-teman sekalian untu mempelajari ilmu filsafat,dan agama,dan disini juga kami berharap setelah kita mempelajari ilmu filsafat ini kita bias mengerti dan memahami sedikit tentang ilmu filsafat.
BAB 2
PEMBAHASAN
A.KEDUDUKAN FILSAFAT SEBAGAI INDUK ILMU PENGETAHUAN
Filsafat dalam kedudukannya sebagai Ilmu, mengingat sifatnya yg universal maka filsafat merupakan Induk yg mencakup semua ilmu khusus. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya ilmu-ilmu khusus itu satu demi satu memisahkan diri dari induknya, filsafat. Mula-mula matematika dan fisika melepaskan diri, kemudian diikuti oleh ilmu-ilmu lain. Namun demikian filsafat tetap menjadi sebuah kajian yg selalu menjadi muara yg memecahkan persoalan-persoalan yg tidak mampu dijawab oleh ilmu-ilmu khusus. Pembahasan filsafat kali ini akan membicarakan mengenai cabang-cabang filsafat untuk mengetahui apa saja yg masih menjadi bagian dari filsafat yg menjadikannya istimewa sebagai induk dari ilmu-ilmu yg lain.
Ahli filsafat biasanya mempunyai pembagian yg berbeda-beda. Berikut ini pembagian cabang-cabang filsafat yg dikemukakan oleh beberapa filsuf :
- H. De Vos, menggolongkan filsafat sebagai berikut; Metafisika; Logika; ajaran tentang Ilmu Pengetahuan; Filsafat Alam; Filsafat Sejarah; Etika; Estetika dan Antropologi.
- Prof. Albuerey Castell membagi masalah-masalah filsafat menjadi enam; masalah teologis; masalah metafisika; masalah epistimologi; masalah etika; masalah politik dan masalah sejarah.
- Dr. Richard H. Popkin dan Dr. Avrum Astroll dalam buku mereka, philoshopy made simple, membagi pembahasan mereka ke dalam tujuh bagian; Ethics,;Political Philoshophy; Metaphysics; Philoshopy of Religion; Theory of Knowledge; Logics; Contepmporary Philoshophy.
- Dr. M. J. Langeveld mengatakan filsafat adalah ilmu kesatuan yg terdiri atas tiga lingkungan masalah; lingkungan masalah keadaan (metafisika manusia, alam dan seterusnya); lingkungan masalah pengetahuan (teori kebenaran, teori pengetahuan, logika); lingkungan masalah nilai (teori nilai etika, estetika yg bernilai berdasarkan religi)
- Aristoteles, murid Plato mengadakan pembagian secara konkret dan sistematis menjadi empat cabang; Logika, ilmu ini dianggap sebagai ilmu pendahuluan bagi filsafat; Filsafat teoritis, cabang ini mencakup: ilmu fisika yg mempersoalkan dunia materi dari alam nyata, ilmu matematika yg mempersoalkan hakikat segala sesuatu dalam kuantitasnya dan ilmu metafisika yg mempersoalkan hakikat segala sesuatu (inilah yg paling utama dalam filsafat); Filsafat praktis, cabang ini mencakup: ilmu etika yg mengatur kesusilaan dan kebahagiaan dalam hidup perseorang, ilmu ekonomi yg mengatur kesusilaan dan kemakmuran dalam negara; Filsafat poetika/kesenian.
Walaupun pembagian ahli yg satu dg yg lain tidak sama, namun kita bisa melihat lebih banyak persamaan daripada perbedaan. Dari pandangan para ahli tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa filsafat dalam coraknya yg istimewa ini mempunyai beberapa pokok bahasan yaitu, metafisika, logika, etika, estetika, epistemologi, dan filsafat-filsafat khusus.
- Metafisika: filsafat tentang hakikat yg ada di balik fisika, hakikat yg bersifat transenden, diluar jangkauan pengalaman manusia
- Logika: filsafat tentang pikiran yg benar dan yg salah
- Etika: filsafat tentang perilaku yg baik dan buruk
- Estetika: filsafat tentang kreasi yg indah dan yg jelek
- Epistemologi; filsafat tentang ilmu pengetahuan
- Filsafat-filsafat khusus lainya: filsafat agama, filsafat manusia, filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat alam, filsafat pendidikan dsb
Seperti yg telah diuraikan sebelumnya, filsafat sangat luas lapangan pembahasannya yg tujuannya ialah mencari hakikat kebenaran dari segala sesuatu, baik dalam kebenaran berpikir (logika), berperilaku (etika) maupun dalam mencari hakikat atau keaslian (metafisika). Maka persoalannya menjadi apakah sesuatu itu hakiki (asli) atau palsu (maya).
Dari tinjauan diatas dapat kita ambil secara garis besar bahwa dalam tiap-tiap pembagian cabang filsafat sejak jaman Aristoteles hingga dewasa ini bahasan-bahasan yg paling utama dalam ilmu filsafat selalu berputar di sekitar logika, metafisika dan etika. Inilah yg pada akhirnya membentuk aliran-aliran filsafat yg berkembang dalam masyarakat yg selanjutnya akan saya sampaikan sebagai pokok bahasan tersendiri.
B.Hubungan Ilmu,Filsafat Dan Agama
Memberikan rumusan yang pasti tentang apa yang termuat dalam kata "filsafat" adalah suatu pekerjaan yang terlalu berani dan sombong! Saya ingin mulai dari sini. Memang, para peminat filsafat, kita sulit mendefinisikan kata yang satu ini. Bahkan para filsuf (ahli filsafat) pun mengakuinya. Apa yang membuatnya demikian adalah oleh karena terdapatnya beragam-ragam paham, metode dan tujuan, yang dianut, ditempuh dan dituju oleh masing-masing filsuf. Namun, sebuah pengertian awal mesti diberikan; maksudnya sebagai kompas agar kita tidak tersesat arah di dalam perjalanan memahami filsafat. Mengingat maksud ini, maka pengertian tersebut haruslah bersifat dapat dipahami sebanyak-banyak orang, sehingga dapat dijadikan tempat berpijak bersama.
Baiklah kita menilik dahulu kata "filsafat" ini dari akar katanya, dari mana kata ini datang. Kata "filsafat" berasal dari bahasa Yunani, philosophia: philein artinya cinta, mencintai, philos pecinta, sophia kebijaksanaan atau hikmat. Jadi filsafat artinya "cinta akan kebijaksanaan". Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh akan kebenaran sejati. Demikian arti filsafat pada mulanya.
Dari arti di atas, kita kemudian dapat mengerti filsafat secara umum. Filsafat adalah suatu ilmu, meskipun bukan ilmu vak biasa, yang berusaha menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Bolehlah filsafat disebut sebagai: suatu usaha untuk berpikir yang radikal dan menyeluruh, suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. Hal yang membawa usahanya itu kepada suatu kesimpulan universal dari kenyataan partikular atau khusus, dari hal yang tersederhana sampai yang terkompleks. Filsafat, "Ilmu tentang hakikat". Di sinilah kita memahami perbedaan mendasar antara "filsafat" dan "ilmu (spesial)" atau "sains". Ilmu membatasi wilayahnya sejauh alam yang dapat dialami, dapat diindera, atau alam empiris. Ilmu menghadapi soalnya dengan pertanyaan "bagaimana" dan "apa sebabnya". Filsafat mencakup pertanyaan-pertanyaan mengenai makna, kebenaran, dan hubungan logis di antara ide-ide dasar (keyakinan, asumsi dan konsep) yang tidak dapat dipecahkan dengan ilmu empiris. Philosophy: Inquiry into the nature of things based on logical reasoning rather than empirical methods (The Grolier Int. Dict.). Filsafat meninjau dengan pertanyaan "apa itu", "dari mana" dan "ke mana". Di sini orang tidak mencari pengetahuan sebab dan akibat dari suatu masalah, seperti yang diselidiki ilmu, melainkan orang mencari tahu tentang apa yang sebenarnya pada barang atau masalah itu, dari mana terjadinya dan ke mana tujuannya. Maka, jika para filsuf ditanyai, "Mengapa A percaya akan Allah", mereka tidak akan menjawab, "Karena A telah dikondisikan oleh pendidikan di sekolahnya untuk percaya kepada Allah," atau "Karena A kebetulan sedang gelisah, dan ide tentang suatu figur bapak membuatnya tenteram." Dalam hal ini, para filsuf tidak berurusan dengan sebab-sebab, melainkan dengan dasar-dasar yang mendukung atau menyangkal pendapat tentang keberadaan Allah. Tugas filsafat menurut Sokrates (470-399 S.M.) bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam kehidupan, melainkan mempersoalkan jawaban yang diberikan.
Sampai dengan kedua pengertian di atas, marilah kita simak apa kata Kattsoff (1963) di dalam bukunya Elements of Philosophy untuk melengkapi pengertian kita tentang "filsafat":
- Filsafat adalah berpikir secara kritis.
- Filsafat adalah berpikir dalam bentuk sistematis.
- Filsafat harus menghasilkan sesuatu yang runtut.
- Filsafat adalah berpikir secara rasional.
- Filsafat harus bersifat komprehensif.
Kemudian Windelband, seperti dikutip Hatta dalam pendahuluan Alam Pikiran Yunani, "Filsafat sifatnya merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang suatu keadaan atau hal yang nyata." Berikutnya...
C.DASAR-DASAR PENGETAHUAN
a.penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
b.Logika
Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.
sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
c.Sumber pengetahuan
sumber pengetahuan dapat kita artikan dari mana atau awal kita mendapatkan informasi tersebut,seperti buku,telivisi,bahkan biasa juga dari sesama manusia.
d.kriteria kebenaran
Lalu apa kriteria kebenaran itu? Mengutip Lorens Bagus (2002) Kriteria kebenaran adalah tanda-tanda yang memungkinkan kita mengetahui kebenaran.
Dalam pembicaraan filsafat ada beberapa teori tentang kebenaran, antara lain teori korespondensi (kebenaran berkorespondensi atau sesuai dengan kenyataan), teori koherensi (kebenaran adalah sistem ide yang koheren), teori pragmatis (kebenaran adalah pemecahan yang memuaskan atau praktis atas situasi problematis), teori semantik (pernyataan-pernyataan tentang kebenaran berada dalam suatu metabahasa dan mengena pada pernyataan-pernyataan dalam bahasa dasar), teori performatif (pernyataan kebenaran merupakan persetujuan yang diberikan terhadap pernyataan tertentu).
BAB 3
PENUTUP
A.Kesimpulan
Baiklah teman-teman sekalian setelah kita mempelajari secara bersama-sama dapat kita simpulkan bahwa ilmu filsafat adalah sebagai induk dari semua ilmu,dan ilmu filsafat juga mencakup sangat luas salah satunya di bidang keAgamaan,
B.Saran
Sampai disini dulu penjabara singkat kami mengenai materi kami,kami menyaran kepada teman-teman sekalian agar mempelajari lagi di rumah,karma kami yakin penjabaran kami tadi masih sangat jauh dari kesempurnaan,
DAFTAR PUSTAKA
- http://purplebrainwash.blogspot.com/2010/02/filasafat-sebagai-sebuah-ilmu.html
- http://thepolitea.blogspot.com/2006/04/filsafat.html
- http://id.wikipedia.org/wiki

Tidak ada komentar:
Posting Komentar